Aga Kareba...Salam Sejahtera
Assalamualaikum...
Salamakki Butta ri Mangkassara..Selamat datang ke bumi Makassar!
Kali ini mari ikut saya menjelajah keindahan bumi dbawah angin mahmeri Sulawesi Selatan, sebuah diantara ratusan kepulauan Indonesia dan menjejaki suatu tempat yg cukup unik bagi saya.Pernah dengar nama Makassar atau Ujung Pandang kan? Ya mungkin ada yg pernah sampai atau ada yg belum ketahui akan sejarahnya khususnya Makassar Sulawesi. Bandar Makassar ini adalah sebuah bandar pelabuhan yg cukup terkenal sejak zaman dahulu sebagai salah satu pelabuhan perdagangan rempah ratus terulung ke seluruh dunia.Dahulu dikenal dengan nama Ujung Pandang terletak di hujung semenanjung Sulawesi selatan.Makassar adalah sebuah pusat pemerintahan kesultanan Raja Gowa dahulu dibawah Sultan Raja Hassanuddin Gowa.Pada awal tahun 50 an lagi tempat ini sudah sangat terkenal sebagai pelabuhan ulung selepas Betawi dan pusat marintim ilmu pelayaran yg canggih menggunakan perahu tempatan mereka sendiri menjelajahi segenap lautan dunia. Orang2 bugis ini juga terkenal sebagai ahli pelayar mahir dengan sifat berani serta handal berperang dimedan perang.Lautan adalah padang permainan mereka sejak dari dahulu kala lagi lantas mereka juga mewarisi ilmu pelayaran serta jaguh dilautan.Aktiviti harian mereka adalah perdagangan hasil tempatan untuk dijual beli keserantau Asia hingga ke seluruh pelusuk dunia melalui jalan laut.
Kepulauan Sulawesi terletak di benua timur nusantara bersebelahan Borneo Kalimantan diantara selat Makassar terbahgi kepada beberapa wilayah utara,selatan,timur dan barat.*Sula erti nya Bumi dan *Wesi ertinya Besi maka Sulawesi adalah nama asal (Bumi besi) dalam bahasa makassar.Orang2 di Sulawesi terdiri dari berbagai suku kaum bangsa bugis dan majoriti nya berugama Islam.Terdapat 4 suku kaum utama bangsa melayu bugis terdiri dari bangsa Luwuk,Wajo,Mandar dan Makassar dan banyak lagi pribumi asli yg menetap di sini.Mereka juga memiliki sejarah bangsa tersendiri yg unik berdasarkan lontara epic kuno I La galigo antara yg terpanjang didunia.
Tujuan saya kali ini untuk mengenal serba sedikit tentang sejarah orang bugis serta meneroka tempat2 sejarah lain seperti menjejaki asal usul *Phinisi.,perahu dagang tangguh yg cukup sinonim dgn bangsa bugis.Tempat tersebut diSulawesi selatan didaerah Tanah Beru,Bulukumba.Lebih unik lagi tempat ini dikenali sebagai Butta (Bumi) Panrita (Keahlian) Loppi (Pembina kapal) turun temurun dari generasi ke generasi.Dan juga dikenali sebagai sebuah pusat marintim sejarah kuno masyarakat bugis pembuat perahu layar tempatan (Phinisi)yg tidak asing bagi masyarakat Indonesia.Dari apa yg diberitahu olih datuk moyang muasal keturunan saya maka saya merasa teruja untuk lebih mengenali dengan lebih dekat tentang sejarah ini.Walaupun kebatasan ilmu yg disampaikan maka saya ingin mengexplorasi sendiri pengalaman ini supaya dapat melihat sendiri dan untuk mengenal identiti generasi saya supaya dapat dikaji dan dipelajari dgn pengalaman2 sendiri.
Tempat yg akan saya lawati terletak disebuah perkampungan nelayan yg dinamai Desa Ara tanah Beru,kecamatan BontoBahari,kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan.Tempat ini sangat unik bagi saya kerana sejarah tempat membina kapal/perahu phinisi asal yg tertua dan sangat mashyur di seantero dunia marintim.Banyak sudah hasil kapal2 ini yg ditempah olih pedagang2 dan juga juragan2 asing dari luar negara seperti dari Eropah,Australia dan sejauh Amerika.Khabarnya Orang2 bugis disana memang sudah lama terkenal sebagai pembina kapal yg mahir dan pelayar2 yg handal sejak dahulu lagi melayari benua timur hingga kebarat dgn kapal kayu tempatan buatan hasil mereka sendiri tanpa menggunakan teknik moden.
Bagi saya, berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas, Kapal Phinisi itu sangat legendaris. Kekuatannya sudah teruji mampu mengarungi samudera lautan, selain bukti terdamparnya bangkai kapal di Pantai Acapulco Mexico dahulu, Pelayaran historis Pinisi ke Vancouver Canada pada tahun 1986 dan keberhasilan Pinisi dalam misi pelayaran Pinisi Nusantara*Amanna Gappa ke Madagaskar adalah bukti-bukti nyata tentang ketangkasan perahu ini dengan ciri ciri khas dua tiang (somba) tujuh layar ini mengarungi samudera lautan luas.Sesuatu yg unik ttg pembuatan kapal layar perahu ini adalah bentuknya yg asli tiada bandingan dari kapal2 layar moden lain.Dengan 2 tiang layar utama simbolik kepada syiar ugama Islam (2 kalimah syahadah) dan 7 layar sesuai dgn lautan 7 benua..Lebih unik lagi dibuat dgn tangan hasil kerja semua dari ilham dan warisan turun temurun dan kerajinan tangan ahli2 panrita lopi tersebut.
Diakhir
perjalanan saya akan menyusuri sekitaran kabupaten Bulukumba dan menikmati
keindahan alam yg terdapat disana seperti BiraBara,Appalarang,TanahBeru,Lemo-lemo,Kaluke dan lain2 lagi.Jika ade rezeki lebih ya mungkin juga saya akan membeli ole-ole Mangkasar buat kenang kenangan sebelum pulang ketanah air.
Assalamualaikum...
Salamakki Butta ri Mangkassara..Selamat datang ke bumi Makassar!
Kepulauan Sulawesi terletak di benua timur nusantara bersebelahan Borneo Kalimantan diantara selat Makassar terbahgi kepada beberapa wilayah utara,selatan,timur dan barat.*Sula erti nya Bumi dan *Wesi ertinya Besi maka Sulawesi adalah nama asal (Bumi besi) dalam bahasa makassar.Orang2 di Sulawesi terdiri dari berbagai suku kaum bangsa bugis dan majoriti nya berugama Islam.Terdapat 4 suku kaum utama bangsa melayu bugis terdiri dari bangsa Luwuk,Wajo,Mandar dan Makassar dan banyak lagi pribumi asli yg menetap di sini.Mereka juga memiliki sejarah bangsa tersendiri yg unik berdasarkan lontara epic kuno I La galigo antara yg terpanjang didunia.
Tujuan saya kali ini untuk mengenal serba sedikit tentang sejarah orang bugis serta meneroka tempat2 sejarah lain seperti menjejaki asal usul *Phinisi.,perahu dagang tangguh yg cukup sinonim dgn bangsa bugis.Tempat tersebut diSulawesi selatan didaerah Tanah Beru,Bulukumba.Lebih unik lagi tempat ini dikenali sebagai Butta (Bumi) Panrita (Keahlian) Loppi (Pembina kapal) turun temurun dari generasi ke generasi.Dan juga dikenali sebagai sebuah pusat marintim sejarah kuno masyarakat bugis pembuat perahu layar tempatan (Phinisi)yg tidak asing bagi masyarakat Indonesia.Dari apa yg diberitahu olih datuk moyang muasal keturunan saya maka saya merasa teruja untuk lebih mengenali dengan lebih dekat tentang sejarah ini.Walaupun kebatasan ilmu yg disampaikan maka saya ingin mengexplorasi sendiri pengalaman ini supaya dapat melihat sendiri dan untuk mengenal identiti generasi saya supaya dapat dikaji dan dipelajari dgn pengalaman2 sendiri.
Tempat yg akan saya lawati terletak disebuah perkampungan nelayan yg dinamai Desa Ara tanah Beru,kecamatan BontoBahari,kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan.Tempat ini sangat unik bagi saya kerana sejarah tempat membina kapal/perahu phinisi asal yg tertua dan sangat mashyur di seantero dunia marintim.Banyak sudah hasil kapal2 ini yg ditempah olih pedagang2 dan juga juragan2 asing dari luar negara seperti dari Eropah,Australia dan sejauh Amerika.Khabarnya Orang2 bugis disana memang sudah lama terkenal sebagai pembina kapal yg mahir dan pelayar2 yg handal sejak dahulu lagi melayari benua timur hingga kebarat dgn kapal kayu tempatan buatan hasil mereka sendiri tanpa menggunakan teknik moden.
Bagi saya, berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas, Kapal Phinisi itu sangat legendaris. Kekuatannya sudah teruji mampu mengarungi samudera lautan, selain bukti terdamparnya bangkai kapal di Pantai Acapulco Mexico dahulu, Pelayaran historis Pinisi ke Vancouver Canada pada tahun 1986 dan keberhasilan Pinisi dalam misi pelayaran Pinisi Nusantara*Amanna Gappa ke Madagaskar adalah bukti-bukti nyata tentang ketangkasan perahu ini dengan ciri ciri khas dua tiang (somba) tujuh layar ini mengarungi samudera lautan luas.Sesuatu yg unik ttg pembuatan kapal layar perahu ini adalah bentuknya yg asli tiada bandingan dari kapal2 layar moden lain.Dengan 2 tiang layar utama simbolik kepada syiar ugama Islam (2 kalimah syahadah) dan 7 layar sesuai dgn lautan 7 benua..Lebih unik lagi dibuat dgn tangan hasil kerja semua dari ilham dan warisan turun temurun dan kerajinan tangan ahli2 panrita lopi tersebut.
Menurut
Usman Pelly (1975) Kapal Pinisi dibuat oleh ahli-ahli perahu yang berasal dari
salah satu desa di Bonto Bahari Bulukumba, yaitu Desa Ara. Sampai akhir 1970-an
orang Ara memonopoli keahlian membuat Perahu Pinisi secara turun temurun.
Menurut fakta kajian, keahlian mereka sama tuanya dengan kebudayaan maritim suku
bugis Makassar itu sendiri. Keahlian membuat perahu Pinisi sendiri ternyata
sangat erat kaitannya dengan sejarah legenda mitos Sawerigading yang tenggelam di ketiga
daerah perairan Lemo,Ara dan Bira kemudian hanyut dan terdampar di sekitar
tanjung Bira. Orang Ara percaya, bahwa kepandaian mereka membuat perahu
bersumber dari penemuan bagian-bagian perahu Sawerigading yang tenggelam itu.
Menurut mereka, kepingan-kepingan itu dikumpulkan kemudian dirakit kembali.
Dari hasil rakitan itulah orang Ara mendapatkan inspirasi pembuatan kapal.
Orang Lemo-lemo juga percaya bahwa keahlian mereka dalam membuat kapal juga
berasal dari penemuan bagian perahu Sawerigading, begitu pula orang Bira yang
percaya keahlian berlayar mereka berasal dari bagian perahu Sawerigading
menurut sejarah epic La galigo bugis kuno.
SAWERIGADING menurut legenda rakyat Bugis adalah seorng pahlawan bugis, merupakan putera mahkota kerajaan Luwuk/Goa yang jatuh cinta dengan We Tenri Abeng (We Cundai) puteri Cina yang tidak lain adalah saudara kembarnya, yang sejak kecil memang dipisahkan.Maka seluruh kerabat kerajaan tentu menentangnya berkahwin dan menganjurkan agar Sawerigading berlayar ke Teluk Bone dan mencari jodoh di sana. Sawerigading setuju dengan syarat agar kepadanya diberikan sebuah perahu baru.Maka datuk nya Datu La Toge Langi yang terkenal sakti membuatkan sebuah perahu untuknya yang selesai dalam sehari semalam. Sang putera mahkota kemudian berlayar ke Teluk Bone dan bertemu dengan gadis cantik yang mirip dengan We Tenri Abeng.Mereka menikah dan Sawerigading bersumpah tidak akan kembali ke kampung halamannya. Tetapi waktu berlalu dan rasa rindu kampung halaman menyebabkan dia pulang dengan perahunya,lalu melanggar sumpahnya sendiri. Di selat Selayar perahunya pecah diterjang badai dan Sawerigading tenggelam. Perahu yang pecah tersebut terdampar di desa Ara dan dirakit kembali. Dari situlah prototype perahu phinisi berkembang sampai saat ini. Cerita terbelahnya kapal Sawerigading ini berasal dari sumpah Sawerigading yang berjanji tidak akan kembali lagi ke tanah Luwu setelah meninggalkan tanah kelahirannya untuk menemui We Cudai. Keputusan Sawerigading meninggalkan kampung halamannya lantaran dihalangi menikahi saudara kandungnya sendiri, We tenri Abeng.
SAWERIGADING menurut legenda rakyat Bugis adalah seorng pahlawan bugis, merupakan putera mahkota kerajaan Luwuk/Goa yang jatuh cinta dengan We Tenri Abeng (We Cundai) puteri Cina yang tidak lain adalah saudara kembarnya, yang sejak kecil memang dipisahkan.Maka seluruh kerabat kerajaan tentu menentangnya berkahwin dan menganjurkan agar Sawerigading berlayar ke Teluk Bone dan mencari jodoh di sana. Sawerigading setuju dengan syarat agar kepadanya diberikan sebuah perahu baru.Maka datuk nya Datu La Toge Langi yang terkenal sakti membuatkan sebuah perahu untuknya yang selesai dalam sehari semalam. Sang putera mahkota kemudian berlayar ke Teluk Bone dan bertemu dengan gadis cantik yang mirip dengan We Tenri Abeng.Mereka menikah dan Sawerigading bersumpah tidak akan kembali ke kampung halamannya. Tetapi waktu berlalu dan rasa rindu kampung halaman menyebabkan dia pulang dengan perahunya,lalu melanggar sumpahnya sendiri. Di selat Selayar perahunya pecah diterjang badai dan Sawerigading tenggelam. Perahu yang pecah tersebut terdampar di desa Ara dan dirakit kembali. Dari situlah prototype perahu phinisi berkembang sampai saat ini. Cerita terbelahnya kapal Sawerigading ini berasal dari sumpah Sawerigading yang berjanji tidak akan kembali lagi ke tanah Luwu setelah meninggalkan tanah kelahirannya untuk menemui We Cudai. Keputusan Sawerigading meninggalkan kampung halamannya lantaran dihalangi menikahi saudara kandungnya sendiri, We tenri Abeng.

Begitu lah sejarah yg dikhabarkan tentang legenda mitos bugis Sawerigading. Peranan
Orang Desa Ara, Bira dan Lemo-lemo memang sejak dahulu dikenal orang sebagai
tiga desa Pinisi. Masing-masing ketiga desa tersebut memiliki peranan dan
kepakaran tersendiri, menurut sebuah sumber orang Ara berperanan sebagai pembuat,
orang Lemo-lemo sebagai pemodal, dan orang Bira sebagai pelaut. Ada juga yang
mengatakan orang Ara sebagai pembuat, Orang Lemo-lemo sebagai penghalus
pekerjaan, dan orang Bira sebagai penentu bentuk atau model perahu. Pendapat
terakhir lebih kuat karena didasarkan pada sebuah bait sebuah karya sastra
“Sinrilikna Datu Museng” yang berbunyi :“Panre Patangara’na Bira, Pasingkolo
Tu Araya, Pabingkung tu Lemo-lemo”. Yang artinya kurang lebih seperti pendapat
terakhir.
Dari
perjalanan ini Saya pasti merasa ingin mengetahui lebih mendalam sejarah dan identiti sambil
berjalan2 merantau ke negeri orang.Apa lagi sememangnya sebagai anak kelahiran
keturunan bugis dari moyang saya terdahulu mempunyai impian untuk mengenali sejarah sendiri.Kehidupan dirantauan adalah sinonim bagi saya sewajarnya begitu.Hidup Bugis di rantauan!
Salam Santai
Indonesia....







This comment has been removed by the author.
ReplyDelete